Rabu, 06 November 2019

Baper


Hidup itu seperti Kopi Meranti. Rasanya sedikit pahit, asam dan terdapat aroma nangka ketika menghirup baunya. Berbeda dengan Kopi Temanggung yang hanya memiliki rasa pahit yang dalam. Lalu apa inti dari kalimat ini?

Jadi begini, hidup itu ada rasa senang, sedih, datar dan sebagainya. Tidak dapat kita merasakan ksenangan tanpa pernah kita tahu rasa sakit. Rasa sakit itu bermacam-macam. Rasa sakit itu memberi perasaan yang tidak nyaman pada hati kita. Bawa perasaan(BAPER) adalah salah satunya. Jika di beberapa hal kita sering baper atau mellow terhadap sesuatu maka sering kali itu akan merusak mood kita. Tapi itu sebenarnya hanyalah perasaan sesaat. Tidak mungkin perasaan itu terus menerus menghantui kita, ia akan memudar seiring waktu. Apalagi jika perasaan baper itu dialihkan pada hal lain, misalnya berolahraga, menulis, memasak, berbelanja, nongkrong bersama teman atau keluarga.

Perasaan kita tidak pernah sedatar Kopi Temanggung yang hanya pahit. Meskipun kita sebenarnya hanya suka di saat perasaan senang saja, tapi hidup tak semenoton itu. Maka apapun perasaannya bersiaplah dalam menghadapinya. Nikmati sejenak dan segeralah move on untuk bergerak lagi ke depan karena masih banyak hal lain yang dapat dikerjakan. Bergerakla seperti biji kopi saat disangrai agar panasnya merata dan menghasilkan kopi yang enak. Hadapi apaun yang saat ini sedang ada di depan mata.


Sabtu, 12 Oktober 2019

Puisi "Hati"


Ketika matamu memerah
Berair,
Dan mulutmu menguap
Itu tandanya kau mengantuk
Bukan sakit mata
Ketika hatimu rapuh
Bimbang
Dan perasaanmu takut
Mungkin kau tidak punya pegangan
Jimat, jin, setan atau tuhan
Mungkin bisa menuntunmu
Menjadi pedoman dalam hidupmu
Jangan lepaskan Ia
Maka hidupmu akan baik-baik saja
Karena ini tentang kepercayaan
Maka Ia akan melahirkan kekuatan
Keberanian,
Dan ketakutan baru

Senin, 23 September 2019

Ada apa ini?


Pernah di suatu masa, aku sering marah. Kalau dipikir-pikir itu karena aku punya suatu beban pikiran. Aku termasuk orang yang yang sedikit overthinking. Banyak hal yang kukhawatirkan, dari hal yang besar sampai hal sepele sekalipun. Misalnya saat orangtuaku(ibu) pergi menunaikan ibadah haji. Aku khawatir apakah dia akan baik-baik saja di sana, apakah dia akan makan dengan enak, tidur dengan nyaman dan ditambah lagi ia sendirian. Tiba-tiba kangen, padahal aku orang yang dari luar sepertinya cuek, hahaha, tapi ternyata mellow.

Pernah juga waktu adikku baru tiba di Jogja. Aku mungkin telalu banyak memikirkan atau bahkan mengurusinya. Dari mulai mencari  kos sampai hal remeh temeh lainnya, perlahan sifatku itu harus kuhilangkan kata temanku. Katanya tidak baik untuk hubungan kami. Mungkin ada benarnya juga, biar dia belajar menghadapi kehidupan socialnya sendiri tanpa aku terlalu banyak menasehatinya. Toh, dia anak yang pintar kok.

Jadi aku akan gampang marah juga ketika dia merepotkanku. Bukan, bukan karena aku malas. Tapi karena aku belum selesai dengan diriku sendiri. Aku marah karena aku juga masih memiliki hal yang harus kupikirkan dan kukerjakan. Mungkinkah ini perasaan yang wajar atau aku yang kurang pandai membagi waktu dan perasaan.

 

Cerita Template by Ipietoon Cute Blog Design