Hidup itu seperti Kopi Meranti. Rasanya sedikit pahit, asam
dan terdapat aroma nangka ketika menghirup baunya. Berbeda dengan Kopi Temanggung
yang hanya memiliki rasa pahit yang dalam. Lalu apa inti dari kalimat ini?
Jadi begini, hidup itu ada rasa senang, sedih, datar dan
sebagainya. Tidak dapat kita merasakan ksenangan tanpa pernah kita tahu rasa
sakit. Rasa sakit itu bermacam-macam. Rasa sakit itu memberi perasaan yang
tidak nyaman pada hati kita. Bawa perasaan(BAPER) adalah salah satunya. Jika di
beberapa hal kita sering baper atau mellow terhadap sesuatu maka sering kali
itu akan merusak mood kita. Tapi itu sebenarnya hanyalah perasaan sesaat. Tidak
mungkin perasaan itu terus menerus menghantui kita, ia akan memudar seiring
waktu. Apalagi jika perasaan baper itu dialihkan pada hal lain, misalnya
berolahraga, menulis, memasak, berbelanja, nongkrong bersama teman atau
keluarga.
Perasaan kita tidak pernah sedatar Kopi Temanggung yang
hanya pahit. Meskipun kita sebenarnya hanya suka di saat perasaan senang saja, tapi hidup tak semenoton itu. Maka apapun perasaannya bersiaplah dalam
menghadapinya. Nikmati sejenak dan segeralah move on untuk bergerak lagi ke
depan karena masih banyak hal lain yang dapat dikerjakan.
Bergerakla seperti biji kopi saat disangrai agar panasnya merata dan
menghasilkan kopi yang enak. Hadapi apaun yang saat ini sedang ada di depan mata.