Pernah di suatu masa, aku sering marah. Kalau dipikir-pikir
itu karena aku punya suatu beban pikiran. Aku termasuk orang yang yang sedikit overthinking. Banyak hal yang
kukhawatirkan, dari hal yang besar sampai hal sepele sekalipun. Misalnya saat
orangtuaku(ibu) pergi menunaikan ibadah haji. Aku khawatir apakah dia akan
baik-baik saja di sana, apakah dia akan makan dengan enak, tidur dengan nyaman
dan ditambah lagi ia sendirian. Tiba-tiba kangen, padahal aku orang yang dari
luar sepertinya cuek, hahaha, tapi ternyata mellow.
Pernah juga waktu adikku baru tiba di Jogja. Aku mungkin
telalu banyak memikirkan atau bahkan mengurusinya. Dari mulai mencari kos sampai hal remeh temeh lainnya, perlahan
sifatku itu harus kuhilangkan kata temanku. Katanya tidak baik untuk hubungan
kami. Mungkin ada benarnya juga, biar dia belajar menghadapi kehidupan socialnya
sendiri tanpa aku terlalu banyak menasehatinya. Toh, dia anak yang pintar kok.
Jadi aku akan gampang marah juga ketika dia merepotkanku. Bukan,
bukan karena aku malas. Tapi karena aku belum selesai dengan diriku sendiri. Aku
marah karena aku juga masih memiliki hal yang harus kupikirkan dan kukerjakan.
Mungkinkah ini perasaan yang wajar atau aku yang kurang pandai membagi waktu
dan perasaan.