Jumat, 07 Juli 2017

Transportasi Umum di Jogja

Kalau datang ke Jogja tidak perlu khawatir masalah kendaraan karena di sini ada banyak pilihan kendaraan yang bisa kamu pilih.
1. Trans Jogja
Semenjak keberadaan Transportasi Online yang semakin membabi buta dan menimbulkan konflik di kalangan transportasi online dan transportasi konvensional, maka pemerintah Yogyakarta telah menambah armada bus trans jogja dan menyebar di beberapa titik jalan lainnya.
2. Ojek konvensional/Gojek/Grabbike
Keberadaan Ojek konvensional di Jogja semakin sedikit karena mereka telah beralih ke transportasi berbasis online. Pada awalnya, ojek konvensional menolak keras keberadaan ojek online. Tapi masyarakat Jogja lebih memilih menggunakan ojek online karena tarifnya sangat murah. Maka dari itu sebagian besar ojek konvensional kini beralih ke ojek online karena sebenarnya jika mereka tidak mengikuti sistem yang ada malah membuat mereka semakin tergerus keberadaannya.
3. Taksi
Jenis taksi di Jogja ini cukup banyak. Tinggal search aja di Google.
4. Becak sepeda/Becak motor/Delman(andong)
Sebelum kamu naik kendaraan jenis ini di Jogja sebaiknya tanyakan dulu ongkosnya. Aku pernah punya pengalaman naik becak sepeda atau sepeda becak. Jadi waktu itu aku terpaksa naik becak di Jogja karena kakiku udah sakit banget karena jalan. Nah, pas pula kebetulan ada becak yang nawarin di daerah UGM. Trus aku tanya ke tukang becaknya “Pak dari sini ke sini berapa(jaraknya deket banget)”, Trus tukang becaknya bilang ”Yaudah naik aja dulu mbak. Seiklasnya aja mbak”. Wah, terkejut seneng sebenernya karena bisa bayar seiklasnya, lumayan bisa irit ongkos daripada naik taksi(waktu itu belum ada gojek). Setelah sampe, aku bayarlah ke tukang becaknya Rp 10.000, pengennya sih bayar Rp 5.000 aja karena emang deket banget tapi mikir yaudah sekalian sedekah ke bapaknya makanya kukasih RP 10.000. Tapi yang terjadi malah bikin aku kaget, tukang becaknya malah bilang”Mbak, segini masih kurang. Tambahin lagi!”gitu katanya. What? Gilak-gilak bapaknya kan sebelumnya bilang seiklasnya. KZL. Ahh..yasudah lah. Ini aku kasih tau aja tipsnya kalo mau naik becak.
Tips naik becak di Jogja:
-Deal-deal an harga dulu sama Tukang becaknya biar sama -sama enak, setelah harganya fix baru kamu naik
-Kalau kamu naik becak di Malioboro kamu harus siap-siap ditawarin ke sana ke sini sama tukang becak padahal kamu bingung karena baru pertama kali ke Jogja,  kamu boleh kok ngikutin kalau diajak bapak tersebut tapi ya konsekuensinya kamu akan diajak ke toko-toko gitu. Yaa, mungkin ada fee sendiri bagi tukang becak yang membawa wisatawan yang membeli di toko tersebut. Tapi, kamu juga boleh nolak kok misalnya kamu cuman pengen diajak jalan-jalan sampai ujung jalan Malioboro.
Beda cerita kalau naik Andong ni, Andong itu delman. Itu lho kendaraan yang ditarik pakai kuda. Naik andong biayanya tentu lebih mahal daripada naik becak selain karena bisa muat 5-6 orang andong juga kendaraan yang terbilang jarang kita jumpai selain di tempat wisata seperti Jogja. Aku pernah nanya-nanya biaya naik andong dari malioboro sampai ke jalan Mataram lalu kembali ke Malioboro itu Rp 65.000.
5. Bus Kopata
Dulu waktu aku masih kecil isi penumpang bus ini cukup penuh. Bersama keluarga naik bus kopata kemana-mana. Kalau diingat lagi cukup bikin sedih karena banyak kenangannya. Tapi hari ini bus kopata sangat sepi, jalannya melamban sambil melihat adakah penumpang di depan sana. Ditambah lagi kondisi tampilannya yang semakin tak diminati. Tapi bus kopata ini masih ada lho di Jogja.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Template by Ipietoon Cute Blog Design