Dulu waktu aku SMP
aku pulang sekolah sekitar jam 1 kurang. Saat itu aku pulang dalam keadaan
lapar karena tidak makan sejak pagi di sekolah. Btw ini emang kebiasaanku waktu
SMP nggak suka jajan di sekolah, bukan karena makanannya yang nggak enak tapi
duitnya yang nggak ada. Hahaha. Balik lagi, akhirnya aku pergi mampir ke rumah
makan padang. Waktu itu aku pesen nasi bungkus lauknya ayam goreng plus kuah
gulai sedikit, sambal hijau dan daun singkong rebus. Dengan gembira hati aku
pulang ke kos membawa sebungkus nasi ramas. Lokasi rumah makan padang itu
memang nggak jauh dari kos ku jadi berjalan sekitar 5 menit sudah sampai. Setelah
sampai kamar aku meletakkan sepatu dan tas lalu cuci tangan tapa berganti
pakaian terlebih dahulu. Persaaan ku waktu itu sungguh bahagia, makan di siang
hari saat lapar, nikmat tiada tara. Nasi dan lauk ayam kumakan pakai tangan
sesuap demi sesuap kumasukkan ke mulutku. Ooh nikmat!
Tiba-tiba...
Setelah suapan ke 5.
Saat aku mencarup-carupkan(dicampur-campurkan) nasi dengan
kuah gulai TERBUKALAH kuburan kecoa di timbunan nasi yang akan kumakan.
Tidak bisa berkata apa-apa.
Diam.
Diam.
Diam.
Aaaaaaaah.
Mau marah tapi tidak tau pada siapa. Kesel tapi tidak tau harus
bilang pada siapa.
Jadi kesimpulannya kecoa alias K itu telah mati bersama nasi
yang dimasak. Dia tidak menyangka bahwa hidupnya akan nahas di dandang nasi di
sebuah rumah makan. Lalu membuat selera makanku hilang beberapa hari dan tidak
pernah kembali ke rumah makan itu lagi.
0 komentar:
Posting Komentar